26
Feb

Prinsip Desain Arsitektur

Prinsip Desain Arsitektur

Prinsip desain arsitektur adalah hal- hal yang dipertimbangkan dalam merancang agar karya arsitektur yang dihasilkan baik dan indah. Ada 5 konteks yang perlu dipertimbangkan dalam menilai suatu karya arsitektur yaitu:

  1. Budaya
  2. Psikologis
  3. Ekonomi
  4. Sosial
  5. Lingkungan

Baca juga: Cara Meningkatkan Konsep Arsitektur AndaCara Menjadi Seorang Arsitek.

Desain sebagai sebuah cara berpikir membahas fenomena lingkungan binaan dengan menggunakan metoda modeling, pemolaan, dan sintesis sehingga dihasilkan nilai- nilai kemudahan, ingenuity, empathy yang diwujudkan melalui adaptasi.

Prinsip Desain Arsitektur | Prinsip Kekokohan

Tektonika arsitektur: art and craft of architectural construction. Tektonika arsitektur bisa diartikan sebagai seni pertukangan dalam arsitektur.

  • Struktur: Membahas bagaimana bangunan bisa kokoh berdiri, fokus pada penyaluran gaya pada elemen- elemen bangunan.
  • Konstruksi: Membahas bagaimana mendirikan bangunan, fokus pada merakit (to assembly) elemen- elemen bangunan.

Lingkup pengetahuan konstruksi:

  1. Pengetahuan tentang material arsitektur (dimensi, kekuatan, karakter).
  2. Cara menyambung (to assembly) material menjadi elemen- elemen bangunan.
  3. Metode mendirikan elemen- elemen bangunan menjadi suatu bangunan utuh.
  4. Di lapangan mempelajari bagaimana pekerja lapangan bekerja.

Constructability is the extent to which a design of a facility provides for ease of construction yet meets the overall requirements of that facility.”

Menurut Yu Sing, ciri- ciri tektonika yang baik adalah sebagai berikut:

  • Menjadi kekuatan, tidak perlu ditutup- tutupi, jujur, sesuai logika kekuatan struktur konstruksi.
  • Dapat mempengaruhi hasil akhir geometri arsitekturnya.
  • Hasil respon terhadap iklim.
  • Peka terhadap kekuatan/ kelemahan sesuai konteks lokasi.
  • Dapat merupakan adaptasi/ transformasi dari sesuatu yang telah ada di alam.
  • Merupakan respon terhadap fungsi ruangnya.
  • Dapat menjadi perantara makna.

Tujuan perancangan struktur:

  1. Kekokohan bangunan, dengan mengidentifikasi dan menghitung gaya yang bekerja.
  2. Efisiensi, menyangkut biaya bangunan (bangunan yang kokoh belum tentu baik jika mahal).
  3. Mudah dilaksanakan (applicable), terkait dengan pengetahuan konstruksi.

Lingkup Perancangan Struktur:

  1. Mengidentifikasi gaya- gaya yang bekerja pada suatu bangunan.
    • Daya dukung tanah.
    • Beban oleh bahan bangunan.
    • Beban oleh pengguna (orang, mesin, dll.).
    • Beban eksternal (gempa, angin, dll.).
  2. Menghitung kekuatan elemen struktur berdasarkan gaya- gaya yang bekerja pada bangunan tersebut.
  3. Merancang struktur (sistem dan rekayasa) agar bangunan kokoh dengan struktur yang efisien.

Prinsip Rancangan Struktur:

  1. Strength: Kekuatan untuk mencegah patah.
  2. Stiffness: Kekakuan untuk tidak terjadi bent secara drastic.
  3. Stability: Keseimbangan agar tidak runtuh.
  4. Synergy: Sinergi untuk memperkuat rancangan arsitektural.

Sifat material menentukan kekuatan

  • Contoh indikator kekuatan rupture length = panjang batang yang penampangnya sama digantung hingga putus akibat berat sendiri.
  • Struktur horisontal sistemnya terdiri dari 2 jenis yaitu sistem 1 arah dan sistem 2 arah, sistem 2 arah hanya efisien jika panjang kurang lebih sama dengan lebar.
  • Truss menyangga beban seperti balok tetapi untuk bentang lebih panjang, karena tinggi balok yang besar berbanding lurus dengan bentang panjang maka truss hanya mampu menyangga beban sendiri bukan beban hidup. Truss menggantikan massi dengan bentuk segitiga.
  • Struktur funicular: Hanya mengalami 1 jenis gaya yaitu gaya tarik atau gaya tekan saja. Jika struktur mengalami tarik saja maka bentuknya melengkung ke bawah seperti kabel, jika struktur mengalami tekan saja maka bentuknya melengkung ke atas menjadi arch.
  • Vault, a series of trussed arches in linear extrusion form a vault space.
  • Sistem vertikal menyalurkan beban sistem- sistem horisontal dari atap ke pondasi. Unsur dapat menahan gravitasi atau gaya lateral, biasanya dirancang untuk menahan keduanya. Shear wall yang dirancang menahan gravitasi dan gaya lateral dapat menggunakan beratnya untuk mencegah terguling (lebih penting pada dinding pendek).

Ada 4 macam jenis sistem vertikal yaitu shear wall, cantilever, moment frame, serta braced frame. Umumnya gravitasi menyebabkan gaya tekan sementara gaya lateral menyebabkan geser.

Prinsip Desain Arsitektur | Prinsip Fungsional

Persyaratan fungsi:

  1. Persyaratan ergonomi/ antropometri.
  2. Persyaratan kenyamanan (pencahayaan, termal, olfactory, audial).
  3. Persyaratan keselamatan.
  4. Persyaratan keamanan.
  5. Persyaratan aksesibilitas.
  6. Persyaratan fasilitas.
  7. Persyaratan perawatan.
    • Manusia nyaman di suhu 16-240C, namun kenyamanan thermal juga bergantung pada kelembaban.
    • The point to note with regard to acoustics is that this is all about getting the shell of the building right in the first instance. It is extremely difficult, if not impossible to retrofit proper acoustic performance.
    • Perancangan akustik diperlukan untuk mengurangi bising dari luar, memperkuat suara asal, dan mengurangi gaung yang tidak perlu.
    • Ada 4 jenis efek pencahayaan yaitu sebagai radiasi, sebagai sumber sistem penglihatan, sebagai penanda waktu dan penanggalan, serta sebagai penjernih.
    • Good daylight means level of daylicht which are sufficient to see properly without glare or excessive contrast. Too much direct sun can actually cause discomfort and ill health, particularly with hibhly reflective surfaces.
    • Indra penciuman bertanggung jawab atas deteksi bau sementara sistem limbik sensitif terhadap iritasi. Saat membangun dengan baik, tujuannya adalah untuk menghilangkan bau dan iritasi yang ditimbulkan oleh udara dari semua jenis. Bau yang menyenangkan sering dilihat sebagai selling point.
    • Cara utama berurusan dengan bau diuraikan dalam dokumen TM40 dalam urutan kepentingan sebagai berikut:
      • Menghilangkan kontaminan pada sumbernya.
      • Pengganti dengan sumber yang menghasilkan kontaminan non-toksik atau kurang berbau busuk.
      • Kurangi tingkat emisi kontaminan.
      • Pisahkan penghuni dari sumber potensial zat beracun atau berbau busuk.
      • Memperbaiki ventilasi.
      • Berikan perlindungan pribadi.
    • Beberapa jenis material dan jenis konstruksi tertentu mampu menyerap bau dan menetralisirnya. Terutama produk tanah liat yang tidak terpakai dan produk berbasis protein.
    • Keselamatan bangunan terdiri atas 2 sistem yaitu perlindungan bangunan dan jalur evakuasi di mana para petugas yang dateng harus dapat masuk dan keluar bangunan.
    • Crime prevention through environmental design (CPTED) adalah metodologi yang telah terbukti yang tidak hanya meningkatkan kinerja tindakan keamanan dan keselamatan ini namun juga memberikan estetika dan rekayasa nilai. CPTED menggunakan 4 prinsip tumpang tindih utama yaitu surveilans alami, kontrol akses alami, teritorial, dan pemeliharaan.
    • Aksesibilitas bangunan.
    • Desain universal: Desain produk dan lingkungan untuk dapat digunakan oleh semua orang semaksimal mungkin tanpa memerlukan adaptasi atau desain khusus. Perancang juga harus memasukkan pertimbangan lain seperti masalah ekonomi, teknik, budaya, gender, dan lingkungan dalam proses perancangannya.
      • Equitable use: Desainnya berguna dan bisa dipasarkan untuk orang dengan kemampuan yang beragam.
      • Flexibiliy in use: Desain mengakomodasi beragam pilihan dan kemampuan individu.
      • Simple and intuitive use: Penggunaan desain mudah dimengerti, terlepas dari pengalaman, pengetahuan, kemampuan bahasa, atau tingkat konsentrasi pengguna.
      • Perceptible information: Desain mengkomunikasikan informasi yang diperlukan secara efektif kepada pengguna, terlepas dari kondisi sekitar atau kemampuan sensorik pengguna.
      • Tolerance for Error: Desain meminimalkan bahaya dan konsekuensi buruk dari tindakan disengaja atau tidak disengaja.
      • Low physical effort: Desainnya bisa digunakan secara efisien dan nyaman dan dengan minimal kelelahan.
      • Size and space for approach and use: Ukuran dan ruang yang sesuai disediakan untuk pendekatan, jangkauan, manipulasi, dan penggunaan terlepas dari ukuran, postur, atau mobilitas pengguna.
    • Ketika desain fasilitas memenuhi kebutuhan emosional, kognitif, budaya orang-orang yang menggunakannya dan persyaratan teknis dari program yang dihuni, proyek ini sukses secara fungsional.
    • Ada tiga prinsip menyeluruh yang terkait dengan memastikan desain dan operasi bangunan fungsional:
      • Akun untuk kebutuhan fungsional dan psikologis
        Tugas utama dalam proses ini adalah: definisi masalah atau pernyataan, menetapkan tujuan, mengumpulkan dan menganalisis fakta, membangun hubungan fungsional, dan mengungkap dan menguji konsep. Ada juga kebutuhan untuk merancang fleksibilitas ruang terprogram.
      • Pastikan integrasi produk / sistem yang tepat
        Bangunan yang dirancang dengan sukses yang berfungsi dengan baik dalam segala hal terdiri dari sistem bangunan, bahan, dan teknologi yang dipilih dan terintegrasi agar saling mendukung sebagai sistem “utuh” yang kohesif.
      • Memenuhi tujuan kinerja
        Ini adalah upaya berkelanjutan dari awal dan perencanaan melalui perputaran dan operasi untuk memastikan penyampaian proyek yang memenuhi semua persyaratan fungsional, psikologis, dan operasional pemilik untuk proyek tersebut.

Prinsip Desain Arsitektur | Programming

Programming/Pemrograman harus dimulai dengan definisi yang jelas tentang kegiatan yang akan dilakukan dan orang-orang yang akan menggunakan ruang tersebut.

Tahapan pemrograman:

  1. Pengumpulan informasi/data: Mencari informasi/data yang diperlukan dalam perancangan.
  2. Analisis: Pencarian hubungan/keterkaitan yang tersembunyi di dalam data.
  3. Evaluasi: Penilaian baik/ buruk, penting/ tidak penting, perlu/ tidak perlu terhadap data/ hasil analisis.
  4. Organisasi: Penataan data dengan menggunakan struktur tertentu.
  5. Presentasi: Pengemasan data dalam bentuk teks/ tabel/ grafis yang mudah dimengerti/ dikomunikasikan.

Keluaran/Isi Pemrograman:

  1. Deskripsi proyek.
  2. Kendala, batasan, kriteria.
  3. Kebutuhan ruang.
  4. Konsep perancangan.

Pemrograman Arsitektur:

  1. Menyatakan masalah.
  2. Menetapkan tujuan.
  3. Kumpulkan dan analisa fakta.
  4. Tetapkan hubungan fungsional.
  5. Mengungkap dan menguji konsep.
  6. Menyatakan masalah untuk mengarahkan tindakan.
  7. Menetapkan Tujuan: mengidentifikasi tujuan, mengidentifikasi masalah, mengidentifikasi kendala.
    • Apa yang ingin dicapai?
    • Mengapa harus dicapai?
    • Apa tujuan klien?
    • Apa tujuan disainnya?
    • Prioritaskan tujuan.
  8. Tujuan organisasi
  9. Bentuk dan tujuan gambar
  10. Fungsi tujuan
  11. Tujuan ekonomi
  12. Sasaran waktu
  13. Tujuan manajemen
    1. Mengumpulkan Data: Wawancara, observasi, kuesioner pengguna, penelusuran literatur, catatan klien mengenai aktivitas, hubungan, masalah masalah.
      • Informasi yang ada.
      • Informasi yang dibutuhkan.
      • Harapan pengguna.
      • Adjacencies spasial.
      • Adjacencies fungsional.
    2. Analisis Data: sketsa konseptual, matriks, pencarian pola, kategorisasi.
      • Matriks membantu mengidentifikasi ruang dan aktivitas yang harus ditempatkan atau dilakukan bersama.
      • Diagram gelembung secara grafis menggambarkan hubungan fungsional dan spasial. Skala tidak menjadi masalah pada langkah ini.
        • Kebutuhan Masalah.
        • Kebutuhan kontekstual.
        • Kebutuhan struktural (ruang).
        • Kebutuhan ekonomi.
        • Kebutuhan pengguna: fisiologis, ekonomi, psikologis, sosiologis, struktural, kontekstual.
    3. Evaluasi
    4. Mengatur dan Memutuskan
      • Tarik bagian-bagian tersebut menjadi satu kesatuan makna.
      • Buat keputusan pada bagian-bagiannya.
      • Putuskan seoptimal mungkin.
    5. Berikan Kesimpulan
      • Komunikasikan temuannya.
      • Umpan balik memastikan bahwa kesimpulan sejalan dengan tujuan.
    6. Hubungan Spasial (Spatial Relationship)
      • Ruang dalam ruang.
      • Ruang interlock.
      • Ruang yang berdekatan.
    7. Organisasi Spasial: sentripetal/sentrifugal
      • Organisasi memusat.
      • Organisasi linier.
      • Organisasi radial.
      • Organisasi clustered.

Prinsip Desain Arsitektur | Prinsip Estetika

Gubahan Ruang dan Bentuk

  1. Elemen Utama.
  2. Garis (panjang, arah, posisi): garis, garis yang berulang.
  3. Pesawat (panjang dan lebar, bentuk, permukaan, orientasi, posisi):
    • Medan bagian atas, bidang dinding, bidang dasar bidang vertikal, bidang horisontal.
  4. Volume (panjang, lebar, dan kedalaman, bentuk dan ruang, permukaan, orientasi, posisi).
  5. Bentuk & ruang.

Pada skala sebuah bangunan, ada berbagai strategi untuk menghubungkan bentuk bangunan dengan ruang disekitarnya. Bangunan bisa:

  • Bentuk dinding di sepanjang tepi situs dan tentukan ruang luar yang positif.
  • Kelilingi dan lampirkan halaman atau ruang atrium di dalam jilidnya.
  • Gabungkan ruang interiornya dengan ruang terbuka pribadi dari sebuah situs berdinding.
  • Lampirkan sebagian dari situsnya sebagai ruang terbuka.
  • Berdiri sebagai bentuk yang berbeda di ruang angkasa dan mendominasi situsnya.
  • Peregangan dan hadirkan wajah yang lebar ke fitur situsnya.
  • Berdirilah bebas di dalam situsnya namun memiliki ruang eksterior pribadi menjadi perpanjangan ruang interiornya.
  • Berdiri sebagai bentuk positif di ruang negatif.

Elemen Horisontal

  1. Bidang dasar.
  2. Elevated base plane.
  3. Depressed base plane.
  4. Pesawat di atas

Elemen Vertikal

  1. Elemen linier vertikal.
  2. Bidang vertikal tunggal.
  3. Pesawat berbentuk l.
  4. Pesawat paralel: mengarahkan interaksi antar bidang yang mengapit ruang.
  5. Pesawat berbentuk U.
  6. Empat bidang: penutupan.

Prinsip Desain Arsitektur | Prinsip Estetika

Skala, Proporsi, dan Prinsip Keteraturan

  1. Proporsi : perbandingan besaran antara elemen- elemen pembentuk suatu objek.
    Ada beberapa teori- teori proporsi:

    • Aturan- aturan klasik Yunani.
    • Golden Section dan Teori Rennaissance.
    • Proporsi Geometri.
    • Proporsi Ken.
    • Proporsi Antropometris.
  2. Skala: Perbandingan ukuran suatu objek dibandingkan dengan objek yang lain.
    Dalam arsitektur, skala adalah perbandingan ukuran antara suatu objek arsitektur dengan standar internasional, ukuran manusia, objek lain secara visual.
  3. Kesatuan (Unity): Terjadi jika konfigurasi dari elemen- elemen arsitektur konsisten pada suatu struktur yang utuh.
  4. Datum: Adanya suatu komponen bentuk yang bersifat mengikat/menyatukan komponen-komponen lain yang mempunyai konfigurasi/komposisi yang bermacam-macam.
  5. Sumbu-simetri: garis (imaginer) yang membagi suatu objek menjadi simetri.
    • Simetri bilateral (pencerminan): Suatu bentuk yang mempunyai komposisi serupa secara tercermin.
    • Simetri radial (pemutaran): Suatu bentuk yang mempunyai komposisi secara terputar.
  6. Keseimbangan (Balance): Proporsi elemen suatu objek setara antara dua sisi yang dibagi oleh suatu sumbu.
  7. Hierarki: Konfigurasi elemen suatu objek dengan memperhatikan urutan tingkat kepentingan elemen-elemen tersebut.
    • Hierarki by shape
    • Hierarki by space
  8. Harmoni-Kontras.
  9. Repetisi: Komposisi bentuk yang terjadi akibat pengulangan elemen tertentu.
  10. Irama: Repetisi yang bersifat linear dan mengandung waktu tertentu.
  11. Aksen: Elemen pada suatu objek yang proporsinya tidak dominan (kecil) tetapi diberi artikulasi khusus (tekstur/ warna) agar terlihat sebagai elemen “pengunci” secara visual.

Prinsip Desain Arsitektur | Aspek Ekonomi dalam Perancangan Arsitektur

Kompetensi Arsitek (IAI)

  1. Penerapan batasan anggaran dan peratuarn bangunan.
  2. Pengetahuan industry konstruksi dalam perancangan.
  3. Pengetahuan manajemen proyek.

Ekonomi sebagai kekuatan pembangunan, artinya arsitek harus sadar bahwa proses pembangunannya digerakkan oleh kekuatan eksternal di luar lingkup pekerjaannya terutama kekuasaan politik- ekonomi.

Apa yang harus diketahui oleh arsitek agar rancangannya berbasis ekonomi?

  1. Mengetahui cara menghitung biaya bangunan.
  2. Mengetahui darimana dana pembangunan berasal dan bagaimana karakteristiknya.
  3. Mempunyai wawasan tentang pembiayaan konstruksi dan pemeliharaan bangunan.

Cara menghitung biaya bangunan

  1. Perhitungan kasar (sumir)
    • Dihitung dari luas bangunan.
    • Luas bangunan dapat dihitung sementara dari perhitungan kebutuhan ruang.
    • Harga bangunan didapatkan dengan mengalikan luas bangunan dengan harga per meter persegi bangunan.
    • Harga per meter persegi bangunan tergantung dari lokasi, didapatkan melalui pengalaman atau peraturan setempat.
    • Perhitungan harga kasar digunakanan untuk memutuskan jadi atau tidaknya proyek termasuk negosiasi biaya perencanaan.
    • Bagi arsitek sumir penting untuk negosiasi.
  2. Cara preliminary
    • Dihitung setelah gambar preliminary selesai.
    • Dihitung dengan menghitung luas per ruang dengan harga per meter persegi ruang tersebut.
    • Bisa lebih rinci karena tiap ruang bisa mempunyai harga per m² yang berbeda-beda.
    • Beberapa konsultan profesional sudah mempunyai rumus atau orang untuk menghitung biaya preliminary.
    • Hal ini bermanfaat untuk memberikan informasi kepada owner secara lebih akurat mengenai biaya bangunan sesegera mungkin (kemungkinan financing).
  3. Perhitungan analitis/ rinci
    1. Disebut RAB (Rencana Anggaran Biaya) atau Cost Estimation.
    2. Dihitung setelah proses desain selesai sampai gambar kerja.
    3. Dihitung dengan melihat
      • Volume tiap komponen bangunan (misal volume atap, lantai, fondasi, dll).
      • Analisis harga satuan per komponen bangunan (misal harga per tiap m2 atap, lantai, harga per m3 fondasi, kolom, balok, dll).
      • Harga satuan, meliputi harga bahan dan harga pekerja.

Sumber dana

  1. Pribadi (personal)/kelompok.
  2. Pasar/bisnis.
  3. Pemerintah/public.
  4. Charity/sumbangan.
  • Masing- masing memiliki karakter dan mekanisme pertanggung jawaban sendiri.
  • Arsitek harus membantu klien untuk mempertanggungjawabkan bagaimana penggunaan dana tersebut.
  • Di beberapa negara maju, kesalahan arsitek termasuk kesalahan menganalisis dana bisa diperkarakan di pengadilan.

Dana pribadi: Berasal dari sumber pribadi/tabungan, pertanggungjawaban merupakan kesepakatan antara klien dan arsitek.

Dana bisnis: Arsitektur merupakan investasi, dana yang dikeluarkan owner harus diperhitungkan untuk kembali dalam jangka waktu tertentu.

  • Properti meruapakan domain terbesar menurut nilai uang dalam bisnis arsitektur.
  • Perlu pengetahuan mengenai pangsa pasar dan their ability to pay (kemampuan untuk membayar) terutama jika menyangkut peminjaman uang ke bank.

Dana pemerintah (public): Dana masyarakat yang dimobilisasi melalui pajak untuk pembangunan

  • Penggunaan dana harus dipertanggungjawabkan secara public.
  • Seringkali pengelolaan public berbaur dengan kekuasaan politik sehingga sulit dibedakan kepentingan public dan kepentingan politik.
  • Pengetahuan yang diperlukan oleh arsitek adalah bagaimana mempertanggungjawabkan desain kepada public melalui prosedur legal yang ada dengan tetap mempertimbangkan kekuasaan politik yang ada.

Dana charity: sector ekonomi ketiga setelah swasta dan pemerintah

  • Kata kunci : Community, society.

Cost Effective Building

  • Is it the lowest first-cost structure that meets the program?
  • Is it the design with the lowest operating and maintenance costs?
  • Is it the facility in which users are most productive?
  • Is it the building that offers the greatest return on investment?
  • Proyek yang efisien secara ekonomi cenderung memiliki satu atau lebih dari atribut tersebut namun arsitek tidak mungkin meringkas efektivitas biaya anggaran dengan perimeter 2.

Metoda Ekonomi Bangunan

  1. Memanfaatkan cost & value engineering sepanjang proses perencanaan, desain dan pembangunan.
  2. Gunakan analisis ekonomi untuk mengevaluasi alternative desain.
  3. Pertimbangkan manfaat non-moneter seperti estetika, historic preservation, keamanan dan keselamatan.

Prinsip Desain Arsitektur | Aspek Psikologi dalam Perancangan Arsitektur

Dalam arsitektur, psikologi berperan untuk mengetahui hubungan antara gejala kejiwaan manusia dan lingkungan fisik yang tercipta.

Tiga Aliran dalam Psikologi

  1. Behaviorisme: Melihat gejala kejiwaan sebagai respon dari stimulant tertentu.
  2. Psikologi humanistic: Melihat gejala kejiwaan manusia dari pandangan dia terhadap hakikat hidup.
  3. Psikoanalisis: Melihat gejala kejiwaan yang didorong dari pengalaman bawah sadar yang didapatkan dalam perjalanan hidup.
    • Place dalam arsitektur adalah relasi antara ruang yang memberikan makna bagi manusia yang menggunakannya.
    • Space dalam arsitektur dipahami sebagai ruang dalam pengertian fisik.

Pendekatan kajian place dalam arsitektur

  • Psikometrik: Melihat hubungan ruang dan manusia dalam kerangka stimulus-respon.
  • Fenomenologi: Melihat hubungan ruang dan manusia dalam kerangka makna yang mengesankan dari ruang tersebut bagi perjalanan hidupnya.
  • Social constructivism: Melihat hubungan ruang dan manusia dalam kerangka bagaimana kondisi sosial yang membentuk dan dibentuk oleh ruang-ruang tersebut.

Desain dan Perilaku Manusia

  • Dalam beberapa kasus, bentuk ruang arsitektur berpengaruh signifikan untuk mengubah perilaku pengguna.
  • Pengguna dapat beradaptasi dengan keterbatasan penyediaan ruang arsitektur.
  • Kesan monumental by over-human scale.

Prinsip Desain Arsitektur | Aspek Budaya dalam Perancangan Arsitektur

Architecture presented also to express the human values and culture.”

Budaya dapat dilihat sebagai

  1. Cara hidup.
  2. Sistem simbol, makna dan skemata.
  3. Strategi adaptif untuk bertahan berkenaan dengan ekologi sumber daya

Nilai/norma dalam budaya

  1. Lingkungan mencerminkan dan mengendalikan interaksi, sifat, intensitas, tingkat, arah.
  2. Dibutuhkan norma untuk mengendalikan.
  3. Sistem pengaturan.

Arsitektur dan representasi budaya

  • Bentuk-makna: Hubungan khusus berdasarkan budaya (simbol).
  • Organisasi ruang dan bentuk (hierarki ruang).
  • Makna dalam penampilan arsitektur
    • Tangible: Tatanan fisik.
    • Intangible: Tatanan masyarakat (norma, pranata).

Understanding architecture as cultural product.

  1. Sadari bahwa objek arsitektur hadir bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan teknis, fungsi, atau keindahan semata, namun juga menjadi objek ekspresi dari masyarakatnya.
  2. Ekspresi ini ditentukan oleh nilai-nilai yang dianut oleh para pelaku pembangunan (pemilik, arsitek, tukang, pengembang, pemerintah, dll.).
  3. Nilai-nilai ini secara lebih luas mencerminkan karakter dan budaya masyarakat yang menjadi konteks objek arsitektur tersebut.

Prinsip Desain Arsitektur | Aspek Keberlanjutan dalam Perancangan Arsitektur

Sustainable development: Development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs.

Dampak terhadap Lingkungan:

  1. Konservasi air.
  2. Pengelolaan limbah.
  3. Penggunaan material lokal.

Achieving Ventilation

  1. Landscaping features: High level of trees (sun shading).
  2. Envelope design: Openings.
  3. Internal planning: Avoid solid partitioning.
  4. More openings, minimal noise pollution.

Sekian artikel tentang Prinsip Desain Arsitektur. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Anda dapat menghubungi kami untuk layanan jasa desain arsitektur. Jasa desain interior, jasa kontraktor bangunan, jasa renovasi bangunan, jasa studi kelayakan dan jasa desain landscape. Masuk ke halaman kontak atau menghubungi nomor +6281237717715. Jangan lupa untuk mengikuti kami di media sosial: FacebookTwitter dan Instagram. Lihat: Portofolio proyek jasa desain arsitektur. Jasa desain interior, jasa kontraktor bangunan, jasa renovasi bangunan, jasa studi kelayakan dan jasa desain landscape EXACON – Design and Constructions.