Prinsip dan Peralatan Menggambar Arsitektur
24
Sep

Prinsip dan Peralatan Menggambar Arsitektur

Prinsip Menggambar Arsitektur

Prinsip menggambar arsitektur: Menggambar, dalam bahasa Inggris dinamakan ‘drawing‘ ialah suatu pekerjaan untuk menyusun imaji (image), dengan menggunakan tidak sedikit pilihan kiat atau cara dan perangkat (gambar). Bisa pula berarti menciptakan tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengubah goresan dari perangkat gambar. Gambar adalah suatu produk atau hasil dari proses menggambar.

Baca juga: Desain Interior yang Terinspirasi Dongeng

Dalam dunia seni dan desain, produk gambar adalah suatu karya nyata yang tertuang dalam satu media dan adalah hasil pemikiran, usulan atau gagasan dari sang penggambarnya. Gambar bisa pula adalah suatu ungkapan dari pembuat gambar, yang biasa dilaksanakan oleh seorang pelukis (seniman) guna mengungkapkan perasaannya dalam format gambar (lukisan).

Perasaan atau ungkapan perasaan (sang pengambar atau pelukis) dapat berupa perasaan senang, sedih, atau lainnya. Namun, dapat juga gambar yang diciptakan adalah obyek dari sebuah tempat atau lokasi, bisa pula mengambarkan suasana atau kondisi nyata atau jasmani yang dicerminkan (dilukiskan) oleh seorang seniman (pembuat gambar) guna menceritakannya untuk pihak beda dalam format gambar (lukisan).

Sejalan dengan pengetahuan dan keperluan akan informasi, pada kesudahannya gambar atau lukisan digunakan dalam perkembangan sejumlah teknologi. Diantaranya ialah teknologi industri, permesinan dan teknologi konstruksi. Gambar digunakan sebagai “bahasa” untuk pembuat gambar maupun “pembaca” gambar tersebut.

Kesamaaan “bahasa” dalam gambar ini diwujudkan dalam format simbol-simbol yang mewakili atau memaknai makna tertentu secara spesifik. Contoh sederhana ialah simbol di dalam lalu-lintas guna kendaraan bermotor. Bisa dibayangkan sekiranya tidak terdapat “kesepakatan arti” dari simbol atau tanda dalam selesai lintas, bakal terjadi tidak sedikit persepsi bertolak belakang dan berdampak fatal untuk pengemudinya.

Dengan begitu, makna dari simbol adalah “kesepakatan” universal. Demikian halnya pula dalam industri konstruksi, simbol yang digambar memiliki makna dan arti masing-masing. Satu simbol bakal mewakili satu arti atau arti. Simbol ialah gambar, bentuk, atau benda yang mewakili sebuah gagasan, benda, ataupun jumlah sesuatu. Simbol sangatlah diperlukan untuk kepentingan penghayatan bakal nilai-nilai yang diwakilinya dan dapat dipakai untuk keperluan apa saja.

Dalam dunia konstruksi, seorang arsitek akan memakai gambar sebagai alat atau media paparan ide atau gagasannya. Ide karya desain (berupa bangunan) dituangkan dalam format gambar dengan memakai metode menggambar, yang juga adalah kesepakatan universal.

Tidak hanya simbol, cara menggambar saja yang mempunyai aturan, namun produk akhir gambar juga (dalam dunia konstruksi biasanya dinamakan dokumen gambar) pun diatur dalam format panduan atau pedoman tertentu, sehingga diharapkan dapat menghasilkan kualitas produk gambar yang baik dan benar.

Peralatan Menggambar Arsitektur

Peralatan menggambar arsitektur: Peralatan atau perlengkapan yang biasa dipakai dalam menggambar ialah media (kertas) gambar, perangkat gambar berupa pensil, rapido, penghapus, penggaris serta alat tolong gambar laksana meja dan kursi gambar, mesin gambar, serta lampu penerangan.

A. MEDIA (KERTAS) GAMBAR

Media atau kertas gambar lazim dipakai oleh seorang seniman dan arsitek dalam mengucapkan ide/gagasannya. Bahan yang dapat digunakan sebagai media atau kertas gambar sangat pelbagai jenis maupun ukuran, seringkali sangat tergantung dari pelajaran gambar yang akan disajikan.

1. JENIS KERTAS

Jenis kertas yang digunakan sangat tergantung dari pelajaran gambar yang akan disajikan, jenis perangkat gambar yang dipakai, laksana pensil atau rapido (tinta), dan besarnya (skala) gambar serta jumlah gambar. Hasil gambar kiat yang nantinya akan digunakan untuk menyatakan gambar konstruksi (perencanaan dan perancangan), memakai media berupa kertas polos putih atau houtvrij schrijfpapier (HVS) yang dengan kata lain woodfree writing paper atau kertas kalkir. Sementara itu, bahan kertas laksana kertas roti/kertas buram pun dapat dipakai sebagai media gambar. Namun, hasil gambar dipakai untuk draft gambar sebagai media diskusi sebelum akhirnya diciptakan gambar perencanaan yang sesungguhnya.

2. UKURAN KERTAS

Ukuran kertas yang dipakai sangat beragam, tergantung dari besarnya gambar yang bakal dihasilkan. Penggunaan ukuran kertas yang digunakan adalah Standar internasional (The International System/SI), dan untuk gambar-gambar seringkali menggunakan standar ukuran “A”. Ukuran kertas jenis “A” bervariasi terdiri dari ukuran terkecil (A7) sampai ukuran terbesar (AO).

Kertas ukuran “A” adalah satu kesatuan dalam kelipatannya, contohnya kertas ukuran A3 (297 x 420), di antara
sisinya adalah kelipatan (dua kali) dari di antara sisi kertas ukuran A4 (297 x 210).

TABEL 1. UKURAN ATAU DIMENSI KERTAS JENIS “A”
NONAMA KERTASUKURAN/DIMENSI (MM)
1A774 x 105
2A6105 x 148
3A5148 x 210
4A4210 x 297
5A3297 x 420
6A2420 x 594
7A1594 x 841
8A0841 x 1189

B. ALAT GAMBAR

Untuk mencerminkan suatu obyek benda ke dalam kertas gambar, diperlukan alat guna menggambar, yakni berupa pensil maupun tinta (rapido).

1. PENSIL

Alat gambar yang sangat sering digunakan ialah pensil. Keunggulan jenis pensil ialah kemudahan untuk dihapus andai terjadi kekeliruan menggambar. Secara umum, jenis pensil dibedakan antara pensil biasa dan pensil mekanik.

a. Pensil biasa

Jenis pensil biasa mempunyai keberagaman kekerasan, mulai dari yang paling keras (seri-H) sampai yang sangat lunak (seri-B). Semakin besar nomor seri, semakin keras (seri-H) atau kebalikannya semakin empuk (seri-B). Tingkat sangat keras untuk jenis pensil biasa ialah seri 9H, dan tingkat sangat lunak ialah seri 6B.

Penggunaan pensil dengan tingkat kekerasan pensil paling tergantung dari produk hasil gambar yang hendak dicapai. Pensil yang mempunyai tingkat kekerasan relatif tinggi, seringkali dipergunakan untuk menciptakan garis tolong dari obyek gambar. Di samping pensil biasa yang berwarna hitam, ada pula pensil warna yang mempunyai keberagaman jenis warna, dinamakan pensil warna.

b. Pensil mekanik

Di samping pensil biasa, pensil pun dibuat dalam format pensil mekanik. Berbeda dengan pensil biasa, beberapa pensil mekanik yang mempunyai isi pensil berdiameter kecil tidak butuh diruncingkan (diserut). Ukuran pensil (diameter) untuk jenis pensil mekanik ialah 0,3/0,35 mm; 0,5 mm; 0,7 mm dan 0,9 mm, yang tidak jarang digunakan untuk kebutuhan membuat gambar. Ukuran pensil (isi pensil) bakal menghasilkan garis dengan tingkat ketebalan yang bertolak belakang pula. Sama halnya dengan pensil biasa, kekerasan isi pensil dan diameter pensil mekanik juga dipakai guna masing-masing kebutuhan dan jenis garis pada sebuah obyek gambar.

2. PENA

Alat tulis atau gambar di samping pensil biasa dan mekanik ialah pena, yang menggunakan bahan jenis tinta. Pena yang digunakan untuk mengambar pada kertas gambar bisa dipergunakan dengan teknik tangan bebas ( free
hand ) maupun gambar kiat yang menggunakan penggaris. Seperti halnya pensil, pena guna menggambar teknik juga mempunyai pelbagai macam ukuran yang setiap mempunyai aturan pemakaiannya. Jenis pena yang memakai tinta ialah rapido.

Ukuran rapido bervariasi, dari 0,1 mm — 2,0 mm, yang biasa dinamakan mata rapido. Tinta rapido jika habis dapat dipenuhi ulang dengan tinta yang khusus guna rapido. Agar dijangkau hasil gambar yang baik, diperlukan sejumlah ukuran garis sehingga kebutuhan rapido juga menjadi beragam ukuran. Untuk kebutuhan tersebut bisa berupa satu set menyeluruh rapido dengan kelengkapannya.

Jenis tinta lainnya yang biasa dipergunakan sebagai perangkat gambar ialah drawing pen. Namun, dari segi kualitas tinta, tidak sebaik tinta rapido, khususnya saat pemakaiannya pada kertas gambar kalkir. Jenis drawing pen ini tidak bisa diisi ulang ( refill ). Drawing pen pun mempunyai ukuran yang pelbagai pula.

3. PENGGARIS

Alat bantu menggambar lainnya adalah berupa penggaris. Penggaris ini menolong pembuat gambar bisa menghasilkan sebuah garis dengan ukuran tertentu serta garis yang lurus. Jenis penggaris beragam, baik format maupun besar/panjangnya. Penggaris panjang (lurus) dan penggaris segitiga adalah penggaris yang tidak jarang digunakan.

Arsiran dalam gambar pun diperlukan, sebab itu dibutuhkan alat bantu supaya dihasilkan arsir garis yang
sejajar. Penggaris panjang siku yang berfungsi sebagai alat tolong kesejajaran yang dinamakan penggaris T.

Adakalanya menggambar memerlukan sudut kemiringan tertentu, sehingga dibutuhkan alat tolong gambar berupa penggaris busur derajat, yang mempunyai skala derajat (°) sudut 1° — 360°, namun umumnya penggaris busur mempunyai sudut melulu 1 ° — 1 80°.

Kemajuan tuntutan dari teknik menggambar kiat untuk menghasilkan sudut/derajat kemiringan, dibuatkan satu
jenis penggaris yang kegunaannya ada ukuran sudut/derajat kemiringan pada sebuah penggaris segitiga.

4. PENGHAPUS

Alat bantu untuk menghapus gambar andai terjadi kesalahan ialah penghapus. Jenis penghapus dipisahkan untuk menghapus pensil atau penghapus tinta. Untuk menghapus pensil, dipakai penghapus pensil, sementara untuk menghapus tinta, dipakai penghapus tinta dan penghapus pensil.

Penghapus tinta dipakai terlebih dahulu guna menghapus tinta (digosok secara perlahan hingga tinta hilang), sesudah itu dipakai penghapus pensil guna menghaluskan permukaan kertas supaya kembali seperti suasana semula.

5. JANGKA

Menggambar garis melingkar diperlukan alat tolong gambar berupa jangka. Alat gambar dasar yang ada pada jangka berupa pensil, sehingga andai untuk menghasilkan gambar dengan hasil akhir berupa tinta, dibutuhkan alat yang bisa dipasang pada jangka tersebut.

6. CAT AIR ( WATER COLOR )

Gambar bakal terlihat lebih hidup dan unik untuk disaksikan jika dilengkapi dengan komposisi warna yang baik. Penggunaan warna bisa dengan menggunakan cat air atau water color. Warna pada cat air sangat pelbagai serta ada sejumlah macam ukuran.

Sesuai dengan namanya cat air, pemakaian air menjadi sangat berpengaruh dalam menghasilkan gambar dengan teknik warna yang baik. Bagi itu, diperlukan kemampuan khusus guna dapat memakai cat air dengan baik.

7. CAT POSTER ( POSTER COLOR )

Cara lain guna menghasilkan gambar berwarna ialah dengan menggunakan cat poster (poster color). Teknik mengecat dengan cat poster berbeda dengan cat air. Diperlukan latihan yang lumayan untuk bisa menggunakan cat poster ini dengan baik.

8. KUAS DAN WADAH CAT

Kuas cat air/poster digunakan untuk menggoreskan/melukiskan cat warna ke dalam kertas gambar. Seperti halnya rapido, kuas cat pun terdiri dari sejumlah jenis dan ukuran. Penggunaannya disesuaikan dengan luasan bidang gambar yang akan diwarnai.

9. PENGGARIS MAL UNTUK GAMBAR

Ada kalanya anda harus menciptakan garis yang tidak lurus, tetapi garis melengkung. Perlu alat tolong yang dapat menolong mewujudkan garis tersebut, yakni penggaris mal untuk gambar. Penggaris mal guna gambar ini pun beragam format dan macamnya, dan ada pun yang berupa mal guna furniture atau bentuk-bentuk baku, laksana lingkaran, bujursangkar, dan format lainnya.

Agar hasil gambar menjangkau kualitas yang baik perlu diacuhkan alat tolong gambar yang menunjang proses penciptaan gambar yang benar. Alat tolong gambar, yakni berupa meja gambar, mesin gambar, kursi/bangku, serta lampu meja gambar.

1. MEJA/ALAS GAMBAR

Meja/alas gambar ialah tempat meletakkan media (kertas) gambar. Meja gambar yang baik ialah yang permukaannya relatif licin serta mempunyai tingkat kekerasan yang lumayan keras. Di samping mempunyai permukaan yang licin dan keras, ukuran meja gambar idealnya lebih besar dari media (kertas) gambarnya dan dapat dirubah posisinya cocok dengan kebutuhan.

2. MESIN GAMBAR

Agar didapatkan kualitas gambar yang baik, laksana keakuratan dan kepresisian ukuran gambar dan mempercepat selesainya gambar, butuh alat tolong berupa mesin gambar. Pada mesin gambar, ada dua penggaris yang posisinya horizontal dan vertikal, tegak lurus satu sama beda (90°), dan bisa bergerak bebas ke segala arah. Ada dua jenis mesin gambar yang tidak jarang dipakai, yaitu mesin gambar bandul dan mesin gambar tracker.

Prinsip pemakaian dari kedua mesin gambar itu sama saja, melulu perbedaannya pada mesin gambar tracker, mempunyai alat guna “mengunci” pada posisi tertentu sehingga andai pada saat mesin gambar digeser ke kiri dan kanan, posisi mesin gambar tetap sejajar.

3. KURSI/BANGKU

Kursi/bangku yang dipakai, usahakan yang mempunyai nilai ergonomi yang baik, sampai-sampai posisi duduk sekitar menggambar terasa nyaman. Kursi yang ideal guna menggambar usahakan mempunyai rod, sehingga gampang untuk bergerak dan bisa diputar (360°).

4. LAMPU MEJA GAMBAR

Kelengkapan lainnya dalam proses menggambar ialah dukungan pencahayaan yang baik terhadap meja gambar. Di samping alat tolong gambar itu di atas, masih ada sejumlah alat tolong lainnya yang bisa menunjang proses pembuatan gambar yang baik dan benar, laksana alat tolong selotip (untuk menempel gambar pada meja gambar), cutter dan lain-lainnya.

Exacon – Design and Constructions adalah perusahaan yang melayani jasa desain arsitektur di Bandung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Serang tidak terkecuali di seluruh Indonesia. Exacon berkomitmen untuk menciptakan desain individual dan fungsional untuk memenuhi gaya hidup keluarga klien.


Sekian artikel tentang dasar-dasar menggambar arsitektur dengan judul Prinsip dan Peralatan Menggambar (Arsitektur). Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Anda dapat menghubungi kami untuk layanan jasa desain arsitektur. Jasa desain interior, jasa kontraktor bangunan, jasa renovasi bangunan, jasa studi kelayakan dan jasa desain landscape.

Masuk ke halaman kontak atau menghubungi nomor +6281237717715.
Jangan lupa untuk mengikuti kami di media sosial:

Lihat pula: Portofolio proyek jasa desain arsitektur. Jasa desain interior, jasa kontraktor bangunan, jasa renovasi bangunan, jasa studi kelayakan dan jasa desain landscape EXACON – Design and Constructions.